Riana
duduk di sebuah taman di depan rumahnya sambil memainkan biolanya.
Nada-nada indah mengalun dengan merdu. Siapa saja yang mendengarnya
pasti akan tersentuh. Meskipun buta riana termasuk perempuan yang sangat
berbakat. Dia tergolong dalam orang-orang cacat yang memiliki
kelebihan.
Sepuluh
tahun yang lalu, saat riana duduk di bangku SD, dia mengalami
kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Saat itu di tengah bermain
kejar-kejaran bersama teman kecilnya yang bernama satria. Pada saat yang
sama satria berlari menuju kejalan raya, tanpa di sangka mobil melintas
ke arahnya, riana yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah
satria dan mencoba menariknya agar terhindar dari mobil itu. Alhasil
satria terbebas dari mobil itu tetapi malah dirinya yang tertabrak.
Inilah penyebab kebutaannya. Melihat hal itu satria terus-terus saja di
hantui rasa bersalah yang amat mendalam sampai sekarang ini. Dia rela
melakukan apa saja demi menebus rasa bersalahnya terhadap riana bahkan
dia rela mendonorkan matanya tetapi riana menolaknya. Hingga pada
akhirnya satria mengikuti orang tuanya ke luar negri.
Hari-hari riana di isi dengan kegelapan. Dia tidak pernah merasa putus
asa maupun mengeluh. Dia tetap saja menikmati hari-harinya dengan
senyuman. Dia tidak pernah menjadikan kebutaannya ini sebagai alasan
untuk terpuruk. Justru dia merasa beruntung karena masih di beri
kesempatan untuk hidup dan menjalani hari-hari.Kadang-kadang riana
diliputi rasa rindu dengan satria sahabatnya. Sudah tiga tahun mereka
tidak pernah bertemu. Meskipun kehilangan satria riana memiliki teman
baru yoga namanya. Mereka bertemu di tempat les biola. Yoga adalah
laki-laki yang baik, meskipun belum lama berkenalan tetapi dia sangat
baik dan perhatian terhadap riana. Entah mengapa setiap berada di dekat
goya riana selalu merasakan sesuatu yang aneh. Dia selalu merasa kalau
yoga seperti tidak asing baginya dan terasa sudah lama mengenal yoga.
Tapi siapa pun dia, riana sangat berterimah kasih karena sudah baik
padanya dan selalu membuat dia bahagia.
Sebulan pun telah berlalu, yoga dan riana makin akrab saja. Suatu hari
riana menangis karena rindu akan sahabatnya yang telah lama
meninggalkannya. Yoga yang tidak tega melihat riana menangis akhirnya
menghiburnya dan mengembalikan senyum cerianya kembali. Dia selalu
membuat hari-hari riana penuh dengan keceriaan dan selalu ada disaat
riana butuh dimana pun dan kapan pun. Riana sangat berharap suatu hari
nanti ketika keajaiban datang menghampirinya dan dia sudah dapat melihat
lagi, orang yang akan ia temui pertama kali adalah yoga, dia ingin
menatap wajah yoga dan membelainya, sekaligus ingin berterimah kasih
karena sudah baik padanya.
Kebersamaan mereka yang di rajut untuk beberapa bulan saja akhirnya
kandas di tengah jalan. Entah mengapa yoga tiba-tiba menghilang dan
sulit sekali untuk di hubungi. Lagi-lagi riana harus ditinggalkan oleh
orang-orang ia sayangi. Dia sangat sedih karena harus menerimah
kenyataan itu dan lebih menyedihkan lagi, di saat dia akan melihat lagi
dia harus kehilangan yoga. Padahal selama ini dia selalu mengimpikan
akan melihat yoga dan berbagi kebahagiaan dengannya. Setelah sekian lama
menunggu donor mata, akhirnya ada juga pendonor mata yang datang. Entah
siapa pendonor mata ini, identitasnya sangat di rahasiakan. Menurut
dokter belum saatnya kamu mengetahui siapa pendonor mata ini, nanti
setelah kamu melihat baru bisa mengetahuinya. Hatinya begitu galau
mendengar pernyataan dokter karena dia ingin sekali berterimah kasih
pada sang pendonor mata.
Seminggu setelah operasi mata berjalan. Akhirnya riana sudah bisa
melihat indahnya dunia ini. Apa-apa saja yang dulu ia tidak bisa liat
akhirnya dia bisa melihat, menyentuh dan merasakannya. Bahkan wajahnya
pun akhirnya sudah bisa ia lihat di depan cermin. Dia sangat bahagia.
Tak ada kata-kata yang ia dapat ucapkan selain beryukur kepada yang di
atas. Diam-diam dia meneteskan air matanya. “andaikan yoga dan satria
ada di sini”. Ucapnya lirih. Tiba-tiba saja dia di kagetkan oleh
panggilan mamanya, dia lalu buru-buru menghapus air matanya. Dia kaget
dan sedikit heran ketika mamanya memberikannya sebuah surat. Buru-buru
ia membacanya. Setelah membaca isi surat, tak kuasa ia menangis dan
berteriak sekeras-kerasnya. Ternyata pendonor matanya adalah satria
alias yoga. Selama ini orang yang bernama yoga adalah satria, di
memberikan matanya karena dia ingin melihat riana bahagia dan sebagai
wujud rasa bersalahnya di masa lalu. Riana tak kuat lagi, dia
terus-terus saja menagis. Dan lebih membuat hatinya hancur adalah
pendonor matanya adalah sahabatnya sendiri. Entah apa yang harus ia
lakukan, dia belum sempat berrterimah kasih karena tiga hari setelah
operasi satria sudah berangkat ke luar negri.
Ini merupakan kejadian yang amat tidak bisa di lupakan riana, karena di
balik matanya terdapat mata satria. Mata riana adalah mata satria,
begitupun sebaliknya. “jaga mataku baik-baik riana, aku sangat bahagia
bisa melihatmu bisa melihat lagi. Senyum mu adalah bahagiaku”. Begitulah
pesan terakhir di isi surat satria.
Mata adalah ciptaan terindah yang di berikan oleh allah. Salah satu
hadiah yang sangat luar biasa yang diberikan oleh allah adalah
penglihatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar