Rabu, 01 April 2015

cerpen sedih: bahagiaku ketika melihat senyummu

        Hari ini tak seindah hari kemarin, begitu berat rasanya untuk mengambil keputusan melepaskanmu dari hidupku. Ya mungkin ini berat, namun ku sadari ini yang terbaik untuk kita. Aku sadar seperti apa posisiku saat ini, tapi aku bahagia masih di beri kesempatan untuk dekat denganmu walau hanya sebagai teman. Setidaknya aku masih ada di hatimu, walau gak bisa memiliki ragamu. Hari kemarin masih bisa bersamamu, tapi tidak hari ini. Ya karena aku tau, kau tlah menjadi miliknya.


            Ku coba lewati hari ini dengan senyuman tanpa beban. Mencoba menutui luka, seakan tidak ada apa-apa di hadap sahabat-sahabatku.
“key, kamu gak apa – apakan?” kata herly, salah satu sahabatku
“emangnya aku terlihat sakit ya? Perasaan aku gak kenapa-kenapa, apa ada yang aneh dengan diriku?” tanyaku seakan tidak ada apa-apa dan sambil tersenyum dalam duka
“ya gak juga sih, tapi matamu kok sedih gitu. Kamu gak bisa bohong key, walau kamu senyum, tapi matamu menangis. Dan aku tau itu.” Tambah temenku
“ gak apa-apa kok, tadi malem gak bisa tidur. Banyak nyamuk di rumah. Hehehe” jawabku
Dengan setengah gak percaya herly mencoba menerima jawabanku. Aku gak mau bikin mereka merasa kwatir sahabatku.
                                                                     *****
            Sebulan berlalu, dan ku mulai bisa lalui semua dengan senyuman. Ya aku bisa, tiba-tiba HP.ku berdering sebuah SMS dari herly.

From : herly
To : keyna
key, kamu udah lihat FB blom?’

From : keyna
To : herly
belom emang ada apa her?’

From : herly
To: keyna:
gak apa-apa sih, aku tadi kok lihat status hubungannya radit bertunangan dengan vega. Beneran ta itu?’

Deg. Tiba-tiba hati ini kembali sakit mendengar pesan itu. Ku coba tegarkan hati ku buka akun FB.ku. ya benar. Mereka bertunangan. ‘Tuhan... inikah akhir dari semuanya? Sesakit inikah rasa cinta itu? Melihat orang yang kita cintai akan menjadi pendamping hidup seseorang. Bukan, bukan seseorang tapi seorang teman. Sakit ya Allah. Sanggat menyakitkan. Dengan cara apa aku bisa lewati ini semua?’  kataku dalam hati. Dan air mataku tak dapat ku tahan lagi. Ya aku menangis, ‘haruskah secepat itu? Haruskah semuanya aku yang mengenangnya sendiri? Haruskah aku tersenyum demi kebahagiaanmu?’  Ingin sekali ku akhiri hidupku pada saat itu juga. Tapi aku mencoba tegar, demi sekolahku, demi orang tuaku dan demi orang yang menyayangiku. Hidupku harus tetap bertahan, ya aku pasti bisa. Ku kuatkan hati, ku kirimkan pesan FB ke radit. “selamat ya dit, ku kira Cuma bercanda ternyata beneran. J semoga bahagianya. Ku tunggu undanganya J. tanpa berfikir panjang langsung ku blokir akun Fbnya dan belajar mengikhlaskannya.
                                                                *****
            Dua bulan berlalu dan sekarang hari pertama UNAS. Dan aku memutuskan setelah UNAS hari terakhir aku akan pergi dari kota ini dan ikut orang tuaku tinggal di Surabaya dan melanjutkan kulia di sana. Semoga aku bisa move on darinya, ya di sana adalah satu-satunya tempat dimana aku gak bisa bertemu dengan radit dan gak pernah ada kenangan di kota itu. Tidak ada dia dan kenangannya semakin memudahkanku untuk melupakannya. Amin. J
            Tapi ternyata sia-sia walaupun aku pergi kemanapun hatiku masih ada di ragamu. Bayanganmu menghantuiku sanggat mengangguku. Apalagi ku dengar pernikahanmu tinggal 2 bulan lagi. Ya Allah, kuatkan aku, tegarkan aku dan beri au keikhlasan. Hanya itu yang bisa ku ucapkan di setiap do’aku. Akupun belum yakin apa aku mampu untuk datang ke pernikahanmu atau tidak. Dalam lamunanku herly menelponku.
key, gimana kabarmu”  katanya
alhamdulillah baik, kenapa ner?” tanyaku
gak apa-apa sih, hari ini kamu kan ultah. Apa kamu gak pulang? Temen-temen udah nyiapin kejutan buat kamu ini. Ayo donk pulang.”  Bujuk herly. Ya saat ini setelah UNAS selesai aku di jemput ayah untuk ikut ke Surabaya.
gak ah her, aku kasihan sama ayahku. Dia pasti capek. Jadi aku gak bisa pulang. Maaf ya”  jawabku
oh ya udah kalau gitu, dah” katanya sambil mengakhiri telponnya.
                                                               *****
            Dua bulan berlalu begitu cepat hari ini hari terakhir ujian SBMPTN, tepatnya 3 hari sebelum pernikahan radit berlangsung. Dan aku slalu berharap pernikahan itu gak pernah terjadi. Tapi itu gak mungkin, emang ini sinetron?.
gimana dek, tesnya? Bisa?”  tanya kakakku yang waktu itu menjemputku untuk pulang dari ujian SBMPTN.
alhamdulillah gak bisa kak,hehehehe”  jawabku
loh kok gitu? Ya udah gak usah di fikir. Kita ke mall yuk, biar kamunya gak stres.” Ajak kakak. Dan aku mengiyakan.
oh ya dek, kamu nanti datang ke pernikahannya radit?”  tanya kakak yang membuatku sedih.
entahlah kak, aku masih takut . kalau aku menangis di sana gimana?”  jawabku sedih
ya udah kamu datang sama temen kakak aja. Tenang temen kakak ganteng-ganteng kok, biar Radit tau di salah telah nyia-nyiain kamu”  kata kakak.
gak usah kak, percuma, radit juga gak bakal jelous. Aku datang sama temenku aja.”  Jawabku.
            Tiba-tiba ada SMS dari nomer yang aku kenal tapi gak aku simpan.

From: 085xxxxx
To: keyna
siang’

From: keyna
To : 085xxxx
‘siapa ya?

From: 085xxxxx
To: keyna
‘ini aku radit, gimana ni kabarmu? Aku kangen banget  sama kamu.’

Sebuah pesan yang membuatku ingin meneteskan air mata saat itu juga. Tapi aku harus tegar dan kuat. Hatiku pun berkata ‘kemana saja kamu slama ini? Kenapa kamu baru menghubungiku ketika pernikahanmu tinggal menghitung jam. Setega inikah kau permainkan hatiku radit? Aku berusaha mati-matian untuk bisa move on dari kamu. Tapi semudah itukah kau datang lagi? Apa kamu pernah memikirkan perasaanku saat ini?’ tapi aku berusaha tegar dan sabar dan ku balas pesan darinya
From: keyna
To : 085xxxx
‘alhamdulillah aku baik. Kamu? Ciiie yang mau nikah, aku di undang gak ini? Ku harap sih begitu.hehehehe’
Aku hanya ingin terlihat tegar dimatamu, dan hanya Tuhan yang tau betapa hancur dan sakitnya hatiku saat ini.
From: 085xxxxx
To: keyna
aku juga baik, tentu donk. Kamu pasti datang kan? Kamu gak pulang ta key, aku pengen ketemu kamu. Kangen banget ini.’

From: keyna
To : 085xxxx
ya Aku pulang waktu pernikahanmu. Kebetulan saat itu aku juga wisudahan. Jadi ya aku pasti datang ke pernikahanmu’
 Tuhan, aku gak sanggup lagi. Aku menangis sendirian di dalam toilet mall. Agar kakakku tak melihat aku menangis. ‘tegarkan aku ya Allah, lebih tegar lagi dari hari kemarin. Ayo keyna kamu pasti kuat. Ayo semangat. Senyum J kamu baik-baik saja oke. Yakinlah Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan bukan yang kamu inginkan. Ayo donk senyum. Lewati semua dengan senyuman, maka semua akan baik-baik saja.’  Aku mencoba menyemakati hatiku sendiri.
                                                             *****
            Hari ini wisudahan dan hari pernikahannya Radit. Ya hari ini aku pakek kebaya. Dan sampai saat ini aku masih berharap pernikahan itu gak akan pernah terjadi. Atau mungkin pengantin perempuannya tertukar gitu dengan aku. Tapi rasanya gak mungkin. Ini nyata keyna bukan film. Aku mencoba tersenyum. Biar terlihat lebih cantik, masak udah pakek kebaya, dandan cantik sedih sih? Gak mecis ah J. Aku kan punya Tuhan, Tuhan lebih sayang aku dari siapapun yang ada di dunia ini. Tuhan adalah tempat satu-satunya untukku mencurahkan isi hatiku. Hanya Tuhan yang tau segalanya tentangku dan masa depanku.

            Malampun datang, akupun kuatkan hati untuk datang ke pernikahnya Radit. Dan siapkan senyum manisku untuknya, karena setelah ini aku gak akan pernah bisa bertemu dengannya.
“selamat ya dit,”  kataku sambil menjabat tangannya.
makasih ya udah datang, dan makasih atas do’a restunya’ jawabnya dengan nada yang lembut dan senyum yang manis dan takkan pernah ku lupakan. ‘aslinya sih aku masih belum bisa merestui dit, tapi aku bisa apa?’  kataku dalam hati. Dan akhirnya aku bisa melewatinya dengan sempurnah, aku terlihat baik-baik saja. Walau sebenarnya hati ini sangat-sangat menahan luka. Setidaknya masa yang ku takut-takuti itu telah terlewati.
                                                            ****
            Enam bulan berlalu tanpa radit. Tanpa masa lalu. Walau masih bersama kenangan itu. Mencoba mengangumi yang lain, walau sebenarnya hatiku masih terlukir indah namanya, ya RADIT. Melupakanmu tak semudah yang ku bayangkan. Sejauh manapun aku pergi, selama apapun semuanya berlalu, aku masih mencintaimu. Takkan terganti, takkan pernah bisa. Mungkin semua ini salahku, aku yang memulainya, jadi aku harus terima rasa sakitnya. Aku pasti bisa, tak pernah peduli hatiku masih bersamamu. Yang penting aku bisa tanpa ragamu. Dan entah mengapa hari ini aku merasa kangen banget banget sama radit. Apa dia juga kangen aku ya? Ah gak mungkin. Dia kan udah punya istri dan yang pasti istrinya lebih mencintainya daripada aku, demikianpun dia. So gak ada satu alasan buatnya untuk kangen sama aku.
            Lama banget aku gak pernah FBan. Dan ku buka akun FBku. Permintaan pertemanannya banyak banget. Dan yang paling atas ‘RADIT’?. Ya Allah apa-apaan ini? Sepertinya Kau permainkan hatiku. Dengan tegar ku konfirm Fbnya. Dia pun mengirimi aku pesan inbox.
kangen banget’ katanya
sama’ jawabku
‘ketemuan yuk’  ajaknya. ‘kenapa sih kamu datang setelah aku bisa tanpamu?’ kataku sebal
gak bisalah dit, kamukan udah punya istri. Resikonya terlalu tinggi’ jawabku sambil menarik nafas panjang.
‘iya sih, tapi kan bisa sembunyi-sembunyi’ katanya
janganlah, gimna kabarnya vega udah berisi belum?’ tanyaku mengalihkan pembicaraan
belum kok, emank kenapa?’ tanyanya
gak apa-apa Cuma tanya.’ Terus ku putuskan untuk OFF. Daripada makin panjang dan bikin aku sedih lagi.
Setelah semua ku lalui dengan baik-baik saja kenapa kamu kembali? Sebenarnya apa sih yang ada dalam fikiranmu?.
                                                            ****
            Satu bulan berlalu dan Liburan kuliapun tiba. Ku memutuskan untuk pulang dan menemui temenku, herly.
her, kamu di rumahkan?’  tanyaku
iya key, mengapa?’ jawabnya
aku main kesitu ya?dalam 10 menit aku nyampai’ kataku
okey.’  Jawab herly.
Dan 10 menit berlalu akupun sampai di rumah herly.
herly, miss you so much.’ Kataku
‘iya key aku juga kangen banget sama kamu. J gimana udah bisa move on?’ tanya herly aneh
kenapa kamu nanya gitu? Udahlah udah setahun berlalu kali, masak gak bisa move on juga?’ jawabku bohong.
‘syukur deh, key aku mau bilang sesuatu ma kamu, maaf aku baru bilang sekarang. Aku gak mau lihat kamu sedih.’ Kata herly yang membuatku penasaran.
iya apa?’ tanyaku penasaran.
tapi janji ya kamu gak bakal nangis?’  katanya
iya janji.’ Jawabku
sebenarnya 1 minggu sebelum pernikahannya Radit, dia pernah ngirim pesan inbox ke aku. Dia kayaknya masih sayang sama kamu. Bahkan dia belum siap nikah sama vega, tapi ortunya vega yang maksanya untuk cepat-cepat nikah. Dia ingin kamu bahagia key, dia tau kalau kamu terlalu cinta sama dia nanti kamu yang akan sedih. Karena dia tau ortumu gak mungkin suka sama dia. Makanya dia milih vega. Dia ingin kau bisa melakukan semua hal yang kau gak yakin kamu bisa. Dia ingin kamu kuat key, dia sangat-sangat sayang kamu’ kata heyla,yang membuatku ingin meneteskan air mata.
Ya Allah, entah apa yang harus ku lakukan. Aku tak bisa sekuat yang Kau harapkan, aku manusia biasa. Yang penuh dengan air mata. Tak selamanya bisa ku tahan air mataku sendiri.
maaf key, aku benar-benar minta maaf, ku kira kamu udah bisa move on. Ternyata belum, aku gak bermaksud membuatmu menangis. Maaf key.’  Kata herly dengan nada seakan-akan bersalah.
gak apa-apa her’ kataku sambil mengusap air mataku. ‘mungkin ada saatnya untukku untuk tak menahan air mata ini lagi. Aku gak tau her, sampai kapan hatiku ini tertulis namanya. Aku juga gak tau kapan aku bisa benar-benar menghapusnya dari hati dan fikiranku. Tapi aku tau hidupku harus terus berjalan. Aku tak pernah peduli ragaku nanti milik siapa, yang aku tau hatiku akan tetap untuknya. Sampai kapanpun. Kamu gak salah, mungkin Allah menguji keikhlasan dan kesabaranku untuk meninggihkan lagi derajatku. Terima kasih kau tlah memberitahuku, sekarang aku tau apa yang tak pernah ku ketahui. Tenang her, selama ini aku kuat. Jadi saat inipun aku bisa kuat.’ Jawabku dengan tetesan air mata dan mencoba tersenyum.
                                                                          *****
            Setelah semuanya tlah terjadi, tak ada yang harus di salahkan di sini. Ini hanya ujian untuk diri kita masing-masing. Tergantung kita menghadapi ujian ini dengan ikhlas atau sedih. Yang pasti, sesedih apapun yang saat ini kau rasakan, hadapi semua dengan senyuman. Seberat apapun luka yang kau rasakan, yakinlah Tuhan slalu ada untukmu. Dan percayalah rencana-Nya jauh lebih indah daripada yang kau inginkan. Ini hanyalah sebuah inspirasi buat kalian yang merasa hidup ini terlalu berat untukmu. Yakinlah masih banyak yang lebih terluka dari pada yang kau rasakan. Tetap semangat dan tersenyum. J
Lagu yang slalu mengingatkanku padamu.
Tak mungkin menyalahkan waktu
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidupku bersamanya

Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus
Melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

Suatu saat nanti kaukan dapatkan
Seorang yang akan dampingin hidupmu
Biarkan ini menjadi kenangan
Dua hati yang tak pernah menyatu

Maafkan aku yang harus melepasmu
Walau ku tak ingin

 sumber : http://liacliquersz.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar