Rabu, 01 April 2015

CERPEN : Kenangan yang Tersisa

       Kemarin, adalah hari yang penuh dengan hal yang menyebalkan. Sepulang sekolah ku bertemu dengannya, aku bingung apa yang harus ku lakukan. Ku hanya mampu menatap wajahnya tanpa harus tersenyum padanya. Ku masih sangat terluka, bahkan saat itu juga air mataku mau menetes. Tapi kenapa aku tak bisa melakukannya? ingin rasanya aku teriak. " aku benci kamu selamanya ". Tapi mengapa bibir ini bisu seribu kata tak mampu katakan 1 katapun. Hati ini menjerit luka itu kembali terasa. ' Kenapa harus kau yang buatku kecewa? padahal ku telah menaruh hati padamu? kenapa harus kau yang membuatku di benci oleh orang-orang yang pernah hadir dihidupmu? '. Menatap matanya membuat hatiku semakin bimbang, " mampukah aku membencinya hanya karena setitik kesalahannya yaitu telah membohongiku? sedangkah dia sudah sejuta kali membuatku tersenyum karena candanya? '.
        Langkah kaki menuju rumahkupun semakin berat, beban itu kembali menerpah hati n fikiranku. ' kenapa tadi aku bertemu dengannya?'. tanyaku dalam hati. Ku baringkan tubuhku sejenak di kamar tidurku, dan tiba-tiba di depan pintu rumahku terdengar nyanyian pengamen yang lagi-lagi mengingatkanku padanya, lagu yang begitu sakit bila ku ingat saat-saat ku bersamanya.
Dik, aku pinta
kau akan slalu setia
dik, aku mohon
kau slalu menemani
saat ku tengga terluka
saat ku tengga gunda
ku akan menjagamu
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu
ku akan menjagamu
tuk hidup dan matimu
tak ingin, tak ingin kau rapuh.
Tuhan, air mataku sekarang tak mampu ku bendung lagi, ku menangis tak sanggup lagi ku tahan air mataku. Ku tak menyangkah, kau yang ku sayang, kau juga yang membuat ku terlalu banyak berait mata. Ingin rasanya kau kembali kepadaku, mengulang saat-saat dulu yang begitu indah. Namun apa semuanya mungkin? Kini kau telah temukan cinta yang baru, yang mampu membuatmu melupakanmu n membuatku terluka karenamu.
       Detik demi detikku begitu berat tanpamu, harus ku lalui hari-hariku tanpamu. Hanya bisa menyesali semua tak bisa memperbaikinya. kenapa luka itu ada? saat ku benar-benar jatuh cinta. Dan kenapa cinta itu ada? saat ku tak pernah membutuhkannya?. Ku pegang gitarku dan sejenak ku mainkan sebuah lagu yang mengambarkan isi hatiku.
waktu terasa semakin berlalu tinggalkan cerita tentang kita
akan tiada lagi kini tawamu tuk hapuskan semua sepi di hati
ada cerita tentang aku dan dia dan kita bersama saat dulu kala
ada cerita tentang masa yang indah saat kita berduka saat kita tertawa
teringat disaat kita tertawa bersama ceritakan semua tentang kita.
Lagu lama yang masih indah untuk di dengar, lagu dari band peterpan.
        Semua memang indah saat di kenang, namun pahit untuk dilupakan. Andai waktu bisa ku beli kan ku ulang lagi saat yang berhargaku bersamamu. Namun semua tlah terjadi, aku hanya bisa melangkah menyusuri detik demi detiku. Biar waktu yang menjawab semua pertanyaan di hatiku dan biar waktu saja yang menghapus semua kenangan-kenangan kita yang telah berlalu. Kau memang terindah, namun kau juga yang buatku kecewa. Jika suatu saat nanti ku tlah temukan kebahagiaanku, ijinkanlah aku titipkan kisah kita padamu. Biar kau yang mengenangnya tanpa harus ada aku. Aku memang belum bisa memaafkanmu, namun bukan berarti aku membencimu. Bahkan aku masih sayang kamu sama seperti dulu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar